Burung merpati kadang menjadi simbol perdamaian, kadang pula menjadi simbol kasih. Sebagai simbol kasi dikarenakan burung merpati memiliki naluri/kebiasaan bahwa burung merpati itu setia pada satu pasangan saja.
Kita sering melihat ada pacuan burung merpati, kenapa burung merpati itu bisa dijadikan pacuan, karena burung merpati jantan tidak bisa dipisahkan lama-lama dari pasangannya, ia ingin segera bertemu atau berdekatan dengan pasangannya. jadi jika burung merpati jantan dipisahkan dari pasangannya di bawa ke suatu tempat maka ia akan sesegera mungkin untuk bertemu dengan pasangannya, dan inilah dasar dari burung merpati pacuan.
Burung merpati hanya punya satu pasangan, dan sampai mati akan setia pada pasangannya. biar dalam suatu koloni burung merpati ada banyak burung merpati jantan dan betina, namun seekor burung merpati jantan tetap akan setia pada pasangannya. dia tak akan berpaling pada burung merpati betina yang lain, berpaling aja kagak, apalagi mau poligami.
hendaknya manusia dapat meniru burung merpati yang tak pernah ingkar janji
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
03 Maret 2010
22 Mei 2009
Menjadi Kupu-kupu yang cantik
Pada artikel saya kali ini akan membahas mengenai kupu-kupu. Kita semua tahu bahwa kupu-kupu berasal dari ulat, Ulat yang kerjanya hanya makan dan makan, hingga dianggap serangga perusak tanaman, bahkan oleh sebagian orang (terutama Kaum wanita) ditakuti bahkan ada yang sampai histeris jika melihat Ulat (apalagi yang ada bulu-bulunya tuh .. !).
Kemudian sang ulat ini jika sudah sampai waktunya akan berubah menjadi kepompong. dalam selimut kepompongnya ulat itu bertapa/bersemedi dalam kurun waktu yang cukup panjang bagi seekor serangga (apakah dalam semedinya itu sang ulat sedang menyesali perbuatannya dahulu, atau sedang menerima hukuman, entah aku juga tak tahu). Yang jelas sang ulat sedang bersemedi, tidak makan dan minum.
Pada episode selanjutnya sang Ulat berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Dia keluar dari sarangnya, menikmati bunga-bunga, dan melakukan perbuatan yang terpuji. Kupu-kupu itu sekarang membantu penyerbukan bunga pada tanaman, sehingga tanaman akan berbuah dan menghasilkan. Kaum wanita yang tadinya takut terhadap ulat, kini menjadi suka dan mengagumi sang kupu-kupu. Bahkan Kupu-kupu menjadi simbol bagi seorang gadis yang cantik.
Dari kisah tersebut tentulah para pembaca bisa mengambil kesimpulannya. Menurut saya kuncinya ada pada episode dimana sang ulat sedang bertapa/bersemedi. Bersemedi bisa kita ibaratkan dengan Berpuasa, selama berpuasa hendaklah kita merenungkan perbuatan-perbuatan kita terdahulu, kemudian kita berniat untuk tidak mengulanginya lagi, dan akhirnya kita hidup akan menjadi penolong orang lain.
09 Mei 2009
Belajar dari perilaku Semut
Dari beberapa koloni semut yang bermacam-macam itu ( ada semut merah, semut hitam./ ada yang besar, ada yang kecil dll) aku nggak hafal semuanya. Tapi dari semua itu coba kita perhatikan dengan seksama, ada kesamaan dari setiap koloni semut yang bisa kita jadikan tauladan, antara lain :
- Semut berjalan berurutan satu per satu menuju ke sumber makanan, tidak ada yang saling mendahului, tidak ada yang saling berdesakan, tidak ada yang saling sikut-menyikut, bahkan tidak ada yang saling menginjak-injak sesama. Sepatutnyalah kita bercermin pada semut, coba anda lihat pada manusia yang sedang antri untuk mendapatkan BLT, antri untuk membeli BBM, Bahkan antri untuk mendapatkan BDP (Bantuan Dukun Ponari). Mereka masih saling mendahului, saling berdesakan, dan saling menginjak sesama (bukan hanya menginjak secara fisik saja) tapi bagi saya itu menginjak hak asasi manusia untuk mendapatkan kenyamanan dalam antrian.
- Apabila mendapatkan makanan yang besar semut selalu bekerja sama dengan teman-temannya untuk bisa mengangkat hingga sampai di rumahnya dan dibagikan dengan keluarganya. hendaklah kita mencontoh perilaku semut itu. jika kita mendapatkan rezeki alangkah baiknya kita berbagi pada orang-orang disekitar kita yang kekurangan. Jika kita mendapatkan sumber rezeki (pekerjaan) hendaklah kita dapat memberitahukan kepada teman lain yang juga butuh pekerjaan, barangkali mereka juga memerlukannya.
- Semut selalu bekerja sama dalam membangun rumahnya, satu demi satu, bagian demi bagian dibangun berdasarkan kerja sama antara semut. kita bisa mencontohnya untuk selalu bergotong royong membangun dan memelihara fasilitas umum. atau memberikan pertolongan bagi yang memerlukan pertolongan. dll
- Jadi secara keseluruhan Kesuksesan semut berdasarkan atas kerja kelompok, tanpa kelompoknya semut tidak ada artinya. Semut dapat membunuh seekor ayam dengan mengandalkan banyaknya jumlah semut yang mengerumuni ayam. Jadi kesimpulan yang bisa keita pelajari dari SEMUT adalah PERSATUAN. tanpa persatuan maka kita bagaikan sapu lidi tanpa ikatannya.
- Seharusnya kita bisa lebih baik dari semut, karena semut hanya bersatu pada koloni / kelompoknya saja, semut merah tentu tidak bisa bekerja sama dengan semut hitam. Tapi kita manusia bisa bekerja sama dengan manusia negara lain, suku lain, warna kulit lain, dan khusus di Indonesia kita punya BHINEKA TUNGGAL IKA (berbeda tetapi tetap satu)
30 April 2009
Tauladan Cicak bagi kita
Ada sebuah kisah, seseorang yang putus asa akan nasibnya. setelah lulus sarjana, ia kesana kemari bawa map mau cari kerja( kayak lagunya Bang Iwan Fals dulu), dan hasilnya nihil. pacar gak punya, lantaran minder masih berstatus pengangguran. akhirnya ia jadi pelamun berat, banyak hal melintas dalam lamunannya, dan diawali dengan kata Andai aku menjadi ..... (yang ini kayak nama sebuah acara di stasiun TV....). Andai aku jadi orang kaya, aku akan begini-begitu-beginu-begono. Andai a... a... a... ku jadi konglomerat (yang ini kayak lagunya Opie Andaresta, duluu). Lamunannya ini mendapat dorongan dari temannya, bahwa ada cara yang mudah untuk mencari duit di internet, dengan ngeblog dapet duit atau berbisnis di internet. namun segala upaya telah dikerjakannya, bahkan sudah banyak duit yang dia keluarkan namun hasilnya tidak menggembirakan, dan akhirnya ia sampai pada puncak ke-putus-asa-annya, bahwa dia takut menghadapi masa depannya. "Bagaimana hari depanku nanti, bisakah aku mandiri, bisakah aku punya anak istri ?".
Malam itu seperti malam-malam lainnya ia kembali melamun di beranda rumah ortunya. Matanya menatap ke dinding. dia melihat seekor cicak sedang merayap kesana kemari mengejar mangsanya, dan akhirnya cicak tersebut mendapatkan mangsanya. Orang tadi berpikir, itu cicak hanya merayap di dinding bisa mendapatkan rezekinya, padahal mangsanya adalah nyamuk dan serangga yang umumnya bisa terbang.
Orang tersebut telah belajar dari seekor cicak, dengan keterbatasan yang dimilikinya, cicak tersebut bisa mendapatkan rezekinya. Orang tersebutpun segera berdiri menyingsingkan lengan dan menyusun rencana-rencana baru yang akan ia kerjakan keesokan harinya.
Malam itu seperti malam-malam lainnya ia kembali melamun di beranda rumah ortunya. Matanya menatap ke dinding. dia melihat seekor cicak sedang merayap kesana kemari mengejar mangsanya, dan akhirnya cicak tersebut mendapatkan mangsanya. Orang tadi berpikir, itu cicak hanya merayap di dinding bisa mendapatkan rezekinya, padahal mangsanya adalah nyamuk dan serangga yang umumnya bisa terbang.
Orang tersebut telah belajar dari seekor cicak, dengan keterbatasan yang dimilikinya, cicak tersebut bisa mendapatkan rezekinya. Orang tersebutpun segera berdiri menyingsingkan lengan dan menyusun rencana-rencana baru yang akan ia kerjakan keesokan harinya.
21 April 2009
Lebah telah memberikan tauladan

Coba kita lihat Lebah, sekelompok lebah madu bersatu padu membangun sarangnya, dibawah pimpinan sang ratu. Dan lihat hasilnya, sebuah sarang yang berbentuk heksagonal dengan sisi-sisi yang sama, bahkan antara heksagonal yang satu dengan yang lainnyapun sama, dan bersusun secara rapi. Kita belajar dari sekelompok lebah tersebut dalam mambuat rumah bertingkat / gedung bertingkat.
Lebah Mengumpulkan madu dari beberapa bunga kemudian dia kumpulkan di sarangnya, sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit ( eh .... menjadi banyak), dan karena itulah sehingga lebah dikenal orang. Kita bisa belajar dari perilaku lebah ini yaitu :
Kalau kita ingin kaya ya harus menabung sedikit demi sedikit, lama-lama kan akan terkumpul banyak, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan skunder ataupun tertier kita. Tidak ada orang yang kaya mendadak, mereka semua melalui tahap dari sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit. Info lainnya klik disini
Lebah Mengumpulkan madu dari beberapa bunga kemudian dia kumpulkan di sarangnya, sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit ( eh .... menjadi banyak), dan karena itulah sehingga lebah dikenal orang. Kita bisa belajar dari perilaku lebah ini yaitu :
Kalau kita ingin kaya ya harus menabung sedikit demi sedikit, lama-lama kan akan terkumpul banyak, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan skunder ataupun tertier kita. Tidak ada orang yang kaya mendadak, mereka semua melalui tahap dari sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit. Info lainnya klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)



